Petikkan Inspiratif dari Novel Ranah 3 warna (part 1)

Kuliah semester genap baru beberapa minggu berlalu, blognya juga ikut berlalu kelupaan belum muncul ide atau emang males, jawabannya ya emang males mungkin, ide sangat bertebaran dimana-mana tinggal kita mau ambil atau tinggal. Sorry malah curhat dulu, haha

ranah 3 warna

Saya akan sedikit share tentang ilmu inspiratif yang saya dapat dari buku ini nih 🙂

Bagi yang pernah baca Novel Negeri 5 menara yang di atas itu lanjutannya kawan, ok langsung saja

Banyak di antara kita yang susah sekali menggapai hal yang kita inginkan, mimpi tinggi tapi, selalu banyak berpikir bagaimana ya caranya, kita tidak pernah berani mencoba memulainya walaupun hanya langkah kecil, dan termasuk saya sendiri, kerjaannya mikir-mikir doang kapan aksinya, hahaha

Nah dari buku ini di kisahkan seorang anak bernama “Alif” yang selalu mengamalkan kalimat bahasa arab “man jadda wa jadda” Siapa yang bersungguh-sungguh pasti sukses, Alif yang berasal dari keluarga kurang mampu dan dari wilayah sumatera, hanya lulusan pesantren yang tidak punya ijazah SMA karena pesantren tidak mengeluarkan ijazah SMA ( saya kurang tahu kalau sekarang), ia duduk di sebuah danau sambil memikirkan cita-citanya yang ingin sekali kuliah di ITB bandung jurusan teknik penerbangan sedangkan ia hanya lulusan pesantren tidak memiliki ijazah SMA dan tidak pernah belajar tentang IPA. Dengan tekad yang kuat ia berencana untuk mengikuti UMPTN untuk menggapai cita-citanya, sedang untuk mengikuti UMPTN di perlukan Ijazah SMA. Bagaimana Alif memperjuangkan cita-citanya ?. beberapa lama di danau ia akhirnya pulang. Setibanya dirumah ayahnya memanggil Alif dan berkata “nak jika kamu ingin mengikuti UMPTN cobalah untuk mengikuti ujian persamaan untuk mendapatkan ijazah SMA setelah itu kamu mendaftar untuk UMPTN”. Alif senang sekaligus ada rasa takut untuk mengikuti ujian persamaan karena ia tidak mengerti tentang pelajaran SMA , ia berpikir bagaimana ia bisa belajar IPA SMA dari kelas 1 sampai kelas 3 untuk menaklukan ujian persamaan, sedangkan ia tidak pernah mengenal yang namanya kimia, biologi dan lain-lain sewaktu di pesantren. waktu ujian sekitar 3 bulan lagi bagaimana ia belajar semua pelajaran dalam waktu sesingkat itu. ia ingat sahabatnya bernama randai yang sudah setahun di ITB dan sekarang lagi pulang kampung. ia meminta sahabatnya untuk mengajarkannya semua mata pelajaran IPA yang di butuhkan untuk UMPTN.

Ketika belajar alif sangat di pusingkan dengan semua pelajaran IPA sampai-sampai sahabatnya lelah untuk mengajarkannya yang tak kunjung paham dengan pelajaran yang di jelaskannya, akhirnya sahabatnya menyerah. kemudian alif sedih, tapi ia ingat senjata ampuhnya man jadda wa jadda siapa yang bersungguh-sungguh pasti berhasil. ia berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia pasti bisa, banyak teman-temannya meremehkannya. tapi ia terus berjuang. belajar seadanya dari latihan-latihan soal ujian SMA terus berjuang lebih banyak untuk kesuksesannya. pendek cerita tibalah ujian untuk mendapatkan ijazah SMA.

pagi-pagi sekali ia berangkat kemudian masuk ruangan, di bagikan soal dan mulai berjuang. Alif dengan pelan membuka lembar soal hingga ia gemetar karena ternyata soalnya banyak yang ia belum mengerti dan bingung. ia sadar persiapannya masih kurang sampai akhirnya selesai dengan perasaan yang tidak tenang. beberapa hari kemudian pengumuman pun datang dan ia lulus walaupun hanya mendapatkan rata-rata nilai 6. Ia sangat bersyukur walaupun masih ada sedikit perasaan was was karena ujian SMA aja hanya dapat 6 bagaimana dengan UMPTN yang saingannya ribuan siswa se indonesia. Ia selalu mengingat jurus man jadda wa jaddanya walaupun terasa malas tapi kalau kalah dengan keadaan habislah sudah.

Alif kemudian berpikir sejenak bagaimana mungkin ia lolos di teknik pernebangan sedang IPA nya masih sangat lemah, ia mencoba membolak-balik buku UMPTN untuk melihat berbagai macam jurusan yang ada, tapi ia tidak banyak mengenal jurusan-jurusan itu, hingga pada akhirnya matanya tertuju pada Hubungan Internasional UNPAD, walaupun bukan ITB setidaknya ia bisa berhasil kuliah di bandung dengan belajar IPS yang tidak serumit IPA.

Terus belajar dan belajar persiapan hanya sekitar 1 minggu lagi untuk menghadapai UMPTN. dengan jurusnya ia terus berusaha keras, sampai ia kurus karena kurang istrahat tapi ia berkata “tidak boleh menyerah dengan keadaan saya saat ini”.

Akhirnya masa UMPTN-pun tiba. alif membuka soal demi soal tapi hanya sedikit yang ia bisa jawab, waktu habis. Dengan pasrah ia pulang ke rumah sambil menunggu pengumuman. beberapa hari kemudian pengumuman tiba, alif menunggu sebuah koran bersama ayahnya yang sering di antar oleh truk yang melintasi daerah tempat tinggalnya. nah sekarang koran sudah ditangan, lama memperhatikan nama-nama yang ada di  koran karena tidak berurutan. dengan perlahan ia memperhatikan nomor demi nomor akhirnya matanya tertuju pada nomor yang ia sangat kenal yaitu nomor ujiannya sendiri, ia mencoba melihat lagi kartu ujiannya yang sudah kusut dan benar ia lulus pada HI unpad lalu sujud syukur di pinggir jalan sampai orang-orang memperhatikan aneh.

nah semoga sedikit coretan di atas bisa menginspirasi kita yang masih malas,
man jadda wa jadda siapa yang bersungguh-sungguh pasti berhasil. perlu kesungguhan dan usaha yang lebih untuk menggapai yang kita cita-citakan. alif yang belajar hanya beberapa bulan bisa menembus cita-cita dengan usaha yang lebih. nah kita dengan fasilitas yang lumayanlah harus bisa lebih banyak lagi donk, semangat!!
Semua itu possible asal kita mau membuat diri kita possible, sekian dulu ya kawan, nanti ada lanjutannya

Bersambung…..

2 thoughts on “Petikkan Inspiratif dari Novel Ranah 3 warna (part 1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s