Nikmat Malas Sekaligus Obatnya

Hai teman-teman kali ini saya akan mengulas tentang penyakit yang paling berbahaya dari penyakit fisik dan lain-lain yang terus memburu kita setiap hari bahkan setiap waktu yang kita miliki

Malas itu udah nikmat kok mesti di kasi obat lagi ? aneh,, hahaha ya harus donk kawan, gak yang sakit doang di kasi obat tapi yang nikmat juga seperti malas, supaya bangsa ini tidak hancur gara-gara angka pengangguran atau gelandangan terus meningkat akibat nikmatnya malas. Dan untuk memperbaiki diri masing-masing termasuk saya sendiri supaya kita bersama-sama menggapai keingingan dan cita-cita kita untuk berhasil kelak

Malas itu nikmat tapi dampaknya adalah sangat-sangat merugikan semua pihak, selalu yang namanya penyesalan datang kemudian, coba tengok ini

kalau di bilang kasian ya kasian, tapi mau gimana lagi, itu adanya, dan kita gak mau juga kan di posisi mereka, itu adalah efek dari kemalasan di masa sebelum-sebelumnya, saya tidak menghakimi orang-orang terkait ya, tapi itu adalah fakta bahwa mereka sebelumnya jika mempunyai cita-cita yang kuat dan bekerja keras mewujudkannya maka mereka ataupun anak-anak mereka tidak akan menjadi gelandangan berikutnya. hati-hati kalau udah tua gak ada yang mau sampai di giring-giring pol PP kan ? haduhh jangan deh,

selama kita masih punya kesempatan untuk bisa berbuat lebih dan selalu berbuat yang terbaik, ayo kita lakukan, karena sesungguhnya waktu itu terbatas, dan akan menjadi sangat-sangat cukup jika kita menggunakannya dengan selayaknya,

waktu : ” aku terus berjalan detik demi detik, tidak bisa kembali karena takdirku sudah seperti ini, ada yang memperhatikan dan mempergunakanku dengan baik ada juga yang mengabaikanku dan sama sekali tidak pernah menghitungku, aku hanyalah sesuatu yang berjalan tidak pernah berhenti terus berjalan dan berjalan, manfaatkanlah aku sebaik mungkin agar bisa menjadi seorang yang berhasil di dunia maupun untuk pertanggung jawaban di akrhirat nanti “.

ya mungkin waktu kalau bisa ngomong seperti itu kali ya, hehehe

kita pinjam kalimat di buku pak habibi dulu
setiap manusia memiliki 24 jam sehari 720-744 jam sebulan atau 8.736-8.760 jam setahun. tidak kurang dan tidak lebih.
Pertanyaanya adalah: mengapa karya dan prestasi nyata A dapat di selesaikan dalam waktu hanya 100 jam, sedangkan untuk menyelesaikan karya dan prestasi yang sama B membutuhkan 1000 jam ?

dari kata-kata itu kita bisa mengambil kesimpulan bahwa ada yang bekerja lebih keras supaya cepat selesai dan mendapatkan keuntungan lebih banyak, ada yang bekerja dengan menundanya karena ingin menikmati malas dan selesai dalam waktu yang lama. Ilmu di dunia itu sangatlah luas kenapa kita masih bingung untuk memilih mana yang membuat kita tertarik lalu mempelajarinya sedalam-dalamnya sebagai bekal kita nantinya. sungguh kalau di pikir-pikir banyak ilmu mubazir di dunia ini , di perpustakaan, di luar atau di manapun dan itu masih kita cueki , termasuk saya juga hahaha, jadi mari kita bersama-sama memperbaiki diri.

kemudian tumbuhkan rasa penasaran terhadap sesuatu mungkin bisa dengan membuat pertanyaan mengapa, bagaimana, apa, dll. Tentu saja di bidang yang kita minati atau tekuni.

Pak habibi: “Saya membutuhkan untuk tidur 5 jam, 2 jam untuk shalat, 1,5 jam baca Yasin dan tahlil, 2 jam berenang dan mandi, 3 jam makan, 3 jam untuk terima tamu, sehingga sisanya (7,5 jam) saya butuhkan untuk menulis”.

Terus dia kapan buat pesawatnya ya ? hahahah

Saya mengambil sedikit kalimat dari pak Mario juga

Orang sukses itu rata-rata tidurnya kurang cuman 5 jam sehari sisanya buat bekerja dan terus belajar, tapi mereka keliatannya selalu prima dan tidak pernah terlihat mengantuk.

Sedangkan orang yang malas ataupun sedikit malas, tidur banyak tapi kok tetep aja masih ngantuk dan pengen tidur lagi, hahaha coba di pikirkan, bener juga kan ?

Jadi kesimpulannya aturlah waktu kita sebaik mungkin. tentukan target harian bukan lama belajar ataupun bekerja, kalau target ngerjain soal matematika 50 nomer dalam waktu 30 menit bisa ngapaen kita harus nunggu berhari-hari untuk menyelesaikan ?

Jadi kalau udah penyakit berkurang kan bisa menikmati seperti ini nantinya, Amin

punya mobil mewah gak pake mikir, bagi yang mau yaa hehehe

Rumah bagus uang di mana-mana, hahaha

pesawat pribadi

bisa bagi-bagi duit atau bersedekah kayak di china nih bagi-bagi 20-an miliyar tanpa mikir panjang

lebih suka liat yang bening-bening kan ? maksudnya pemandangan yang lebih indah yaitu sebuah kesuksesan yang menghasilkan dan lebih banyak bukan menjadi peminta-minta dan tinggal di tempat kumuh.

Saya selalu mengingat dampak buruknya jika malas udah mulai menggerogoti, saya ingat kata-kata seperti yang saya tulis di atas

ok sekian dulu semoga temen-temen bisa terinspirasi dari celotehan saya. ^_^ Tetap semangat ya

Telkom University Creating The Future

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s