Kembali Berjaya

 

Andre Agassi adalah pemegang gelar petenis nomor 1 dunia hingga akhirnya mengalami cedera pergelangan tangan di tahun 1995. Hingga pertengahan 1997, Ander Agassi merosot posisinya ke level 141 dunia. Ini menyebabkan ia tidak lagi berhak tampil di turnamen-turnamen ‘major’ seperti Wimbledon dan sebagainya.

Namun, ia masih memilliki tekad kuat untuk terus merintis karier tenis yang sudah ia jalani sejak kanak-kanak. Konsekuensinya latihan lebih berat, dan memulai dari level ‘challenger’ alias turnamen kelas bawah yang biasanya banyak diikuti oleh petenis-petenis professional baru. Tentu saja ia tidak pernah merasa keberatan dengan segala ujian untuk mencapai puncak itu.

Awal 1999 adalah awal baru sekaligus nostalgia bagi Agassi. Ia akhirnya memenangkan perancis terbuka. Tahun yang sama ia menjadi orang kelima yang berhasil memenangkan empat turnamen Grand Slam (Australia Terbuka, Perancis Terbuka, Wimbledon, US. Open).
ia kembali berhasil meraih posisi 1 tenis dunia dan memenangkan 5 kejuaraan besar pada tahun itu.
Andre Agassi meraih kembali tahtanya yang terlepas hingga akhirnya betul-betul mundur dari dunia tenis pada 2006.

Sumber : majalahinovasi.com

Advertisements

Tukang Tambal Ban Dan Pedagang Susu Kalahkan Insinyur Oxford

Kakak beradik asal Salatiga, Arfian Fuadi (28) dan Arie Kurniawan (23), sukses menyabet juara pertama dalam “3D Printing Challenge” yang diadakan General Electric (GE) tahun ini. Hebatnya, mereka mengalahkan para insinyur lulusan universitas top di dunia.

Yang semakin membanggakan, Arfian dan Arie hanya lulusan SMA, yaitu SMA Negeri 7 Semarang dan SMK Negeri 2 Salatiga, Jawa Tengah.Read More »

Berani Bermimpi (Pembuat Film Sci-fi)

James Cameron melanjutkan studinya di bidang fisika dan bahasa inggris di Fullerton College. Setiap kali beres kuliah, ia akan pergi ke perpustakaan University of SouTehrn California untuk mengunjungi perpustakaan perfilman di situ.

Berjam-jam ia lewatkan untuk membaca berbagai buku dan skripsi mahasiswa di sana. James menambah banyak ilmu perfilmannya di perpustakaan ini.

“Setiap hari aku ke perpustakaan. Mempelajari film, lensa, proyektor dan segalanya tentang film. Kalau mereka membolehkanku memfotokopi , aku akan mengopinya tapi kalau tidak aku akan mencatat hal-hal yang penting saja.”
Tentu saja akhirnya James Cameron drop-out dari kuliahnya ia kemudian bekerja sebagai sopir truk. Sesekali James juga menulis cerpen.

Pada saat film ‘Star Wars’ menjadi box office pada tahun 1977, James menyadari bahwa ternyata ilmu science dan film bisa digabungkan. Bersama dengan seorang temannya, James menulis naskah sci-fi berjudul ‘Xenogenesis’.

Kemudian ia berhenti menjadi sopir truk dan mulai mengumpulkan dana untuk mewujudkan film pertamanya itu. Ia membeli semua alat yang dibutuhkan, kamera, studio dan negative film. Namun James tetap saja belum mengerti bagaiman menggunakan alat-alat itu. Jadi hamper setengah hari ia habiskan hanya untuk mempelajari semua alat itu.
Sekarang James Cameron terkenal sebagai pengarah dua film terlaris sepanjang masa yaitu ‘Titanic’ dan ‘Avatar’

Sumber : majalahinovasi.com