Mindset Job Fair

10182012- Business and Engineering Career Fair at Seattle University
10182012- Business and Engineering Career Fair at Seattle University
(Short artikel)
 
Ada yang bilang Job Fair itu cuma ngambil uang tiket kita aja padahal perusahaan lagi gak nyari karyawan, itu mindset yang sangat SALAH TOTAL menurut say. Wong tiket 25 ribu doang plit amat.
 
Buktinya saya jebolan job fair univ ITB bandung, padahal dari kampus Telkom (gak sabaran nunggu job fair kampus sendiri, jadi nyelonong saja, lagian buat publik juga, gak dibatesi) kwkwkw.
 
Sengaja alasan-alasan aneh di atas itu muncul untuk penghiburan diri dengan kata lain frustasi, hayoo come on lowongan itu terlalu banyak, jangan patah semangat, tingkatkan terus kualitas diri. Jangan ngDota mulu (gue kali) wkkwkw.
 
Perusahaan itu sangat susah nyari karyawan yang pas buat mereka, entah karena alasan psikologis ataupun teknis saya kurang tau, perusahaan nyari karyawan ibarat nyari jodoh, tapi perusahaan selingkuhannya banyak (karyawan) haha.
 
Di tempat saya bekerja contohnya, disini kosong programmer mobile dan web,, sekarang tinggal nyari programmer web 3 orang, mobile sudah diisi sama saya dan teman saya. dan kalian perlu di antara ratusan bahkan ribuan pelamar, mereka sampai butuh waktu berbulan bulan untuk ketemu yang cocok dengan kondisi perusahaan mereka.
 
Dan 1 pesan penting walaupun skill masih level 1. Learning by doing aja, jangan nunggu siap gak bakal siap itu. Rejeki orang masing-masing, jadi ambillah kesempatan selagi masih ada. dan so pasti levelnya jangan di biarin 1 trus ya. Manusia itu diciptakan pintar maka berlagaklah seperti manusia sebenarnya, ups maaf yang merasa diri bukan manusia (setan, jin, binatang) sorry numpang lewat ya.
 
Keep Positive Ya Guys 🙂
Advertisements

Kembali Berjaya

 

Andre Agassi adalah pemegang gelar petenis nomor 1 dunia hingga akhirnya mengalami cedera pergelangan tangan di tahun 1995. Hingga pertengahan 1997, Ander Agassi merosot posisinya ke level 141 dunia. Ini menyebabkan ia tidak lagi berhak tampil di turnamen-turnamen ‘major’ seperti Wimbledon dan sebagainya.

Namun, ia masih memilliki tekad kuat untuk terus merintis karier tenis yang sudah ia jalani sejak kanak-kanak. Konsekuensinya latihan lebih berat, dan memulai dari level ‘challenger’ alias turnamen kelas bawah yang biasanya banyak diikuti oleh petenis-petenis professional baru. Tentu saja ia tidak pernah merasa keberatan dengan segala ujian untuk mencapai puncak itu.

Awal 1999 adalah awal baru sekaligus nostalgia bagi Agassi. Ia akhirnya memenangkan perancis terbuka. Tahun yang sama ia menjadi orang kelima yang berhasil memenangkan empat turnamen Grand Slam (Australia Terbuka, Perancis Terbuka, Wimbledon, US. Open).
ia kembali berhasil meraih posisi 1 tenis dunia dan memenangkan 5 kejuaraan besar pada tahun itu.
Andre Agassi meraih kembali tahtanya yang terlepas hingga akhirnya betul-betul mundur dari dunia tenis pada 2006.

Sumber : majalahinovasi.com

Tukang Tambal Ban Dan Pedagang Susu Kalahkan Insinyur Oxford

Kakak beradik asal Salatiga, Arfian Fuadi (28) dan Arie Kurniawan (23), sukses menyabet juara pertama dalam “3D Printing Challenge” yang diadakan General Electric (GE) tahun ini. Hebatnya, mereka mengalahkan para insinyur lulusan universitas top di dunia.

Yang semakin membanggakan, Arfian dan Arie hanya lulusan SMA, yaitu SMA Negeri 7 Semarang dan SMK Negeri 2 Salatiga, Jawa Tengah.Read More »

Berani Bermimpi (Pembuat Film Sci-fi)

James Cameron melanjutkan studinya di bidang fisika dan bahasa inggris di Fullerton College. Setiap kali beres kuliah, ia akan pergi ke perpustakaan University of SouTehrn California untuk mengunjungi perpustakaan perfilman di situ.

Berjam-jam ia lewatkan untuk membaca berbagai buku dan skripsi mahasiswa di sana. James menambah banyak ilmu perfilmannya di perpustakaan ini.

“Setiap hari aku ke perpustakaan. Mempelajari film, lensa, proyektor dan segalanya tentang film. Kalau mereka membolehkanku memfotokopi , aku akan mengopinya tapi kalau tidak aku akan mencatat hal-hal yang penting saja.”
Tentu saja akhirnya James Cameron drop-out dari kuliahnya ia kemudian bekerja sebagai sopir truk. Sesekali James juga menulis cerpen.

Pada saat film ‘Star Wars’ menjadi box office pada tahun 1977, James menyadari bahwa ternyata ilmu science dan film bisa digabungkan. Bersama dengan seorang temannya, James menulis naskah sci-fi berjudul ‘Xenogenesis’.

Kemudian ia berhenti menjadi sopir truk dan mulai mengumpulkan dana untuk mewujudkan film pertamanya itu. Ia membeli semua alat yang dibutuhkan, kamera, studio dan negative film. Namun James tetap saja belum mengerti bagaiman menggunakan alat-alat itu. Jadi hamper setengah hari ia habiskan hanya untuk mempelajari semua alat itu.
Sekarang James Cameron terkenal sebagai pengarah dua film terlaris sepanjang masa yaitu ‘Titanic’ dan ‘Avatar’

Sumber : majalahinovasi.com

Melawan Batas

Wilma Rudolph dilahirkan premature di Tennesse, Amerika Serikat pada 1940. Sebagian besar masa kecilnya dihabiskan diatas tempat tidur karena penyakit yang beruntun meinimpanya. Penyakit pertama adalah Pneumonia, lalu disusul scarlet fever, dan akhirnya polio.

Penyakit terakhir ini menunjukan gejala yang nyata berumur 6 tahun. Akibatnya Wilma tidak mampu menggerakan kaki kirinya. Dokter memvonis Wilma tidak akan pernah bisa berjalan. Sejak saat itu ia harus hidup dengan rangka besi untuk menopang kakinya.
Namun keluarganya masih berharap ada keajaiban. Setiap hari saudara-saudaranya bergantian memijit kakinya. Ibunya membawa Wilma secara rutin mengikuti terapi berjalan. Belum sembuh penyakit-penyakit lain seperti campak.

Harapan yang tidak putus ini ternyata mendapat hasil yang luar biasa. Pada usia 9 tahun diam-diam Wilma mencopot rangka besi dari kakinya dan berjalan meniti tangga turun di gereja. Semua orang tercengan ketika melihatnya bisa berjalan.

Setelah mampu berjalan, Wilma mencoba bermain basket bersama teman-temannya. Ia senang merasakan lompat-lompatan ketika bermain basket. Akhirnya ia bergabung dengan tim basket di sekolahnya. Tapi bakat lain dilihat pelatih dalam dirinya yaitu kecepatan. Ketika bermain basket, Wilma berlali jauh lebih cepat dari teman-teman setimnya. Ia kemudian ditawari bergabung dengan tim atletik.

Berawal dari tim atletik sekolah, ia ditawari mengikuti latihan di pusat latihan atletik Tennessee. Selanjutnya ia dikirim mewakili AS di Olimpiade Melbourne 1956 dan meraih perunggu. Tahun 1960 wilma mengikuti olimpiade Roma. Kali ini ia meraih tiga medali emas untuk AS. Semua orang membicarakannya karena prestasinya diluar batas normal untuk seseorang yang pernah divonis tidak akan pernah bisa berjalan. Media kemudian menjulukinya “The Black Gazelle” karena kecepatannya.

Wilma membuktikan bahwa dengan usaha dan tekad yang kuat tidak ada yang membatasi anda.

Sumber : majalahinovasi.com

Sesuatu yang tidak berguna menjadi sangat berguna

Pada awal 1830-an, dunia dikejutkan oleh keberadaan sebuah getah yang sangat unik. Getah itu berasal dari Brazil dan bersifat tanah air dinamakan ‘karet’. Namun kemudian banyak yang melupakan bahan getah ini karena sulit pengolahannya menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Bagaimana tidak? Karet yang digadang-gadang sebagai barang unik itu tidak dapat diolah oleh pabrik mana pun. Hasilnya justru bahan yang membeku ketika musim dingin dan meleleh ketika musim panas. Intinya bahan itu benar-benar tampak tidak berguna.
Namun seseorang dari Philadelphia, Amerika Serikat. Bernama Charles Goodyear sudah terlanjur jatuh cinta kepada bahan baru ini. Karet membuatnya sangat tertarik sampai- sampai ia meminjam kesana kemari demi membelinya.

Ia menghabiskan banyak uang yang didapatkan dengan berutang. Akhirnya ia ditahan oleh rentenir sebab tidak sanggup membayar utang.
Jeruji penjara ternyata tidak bisa menghentikan ketertarikannya pada karet. Ia meminta istrinya membawakan setumpuk karet dan penggiling roti. Di dlam tahanan itulah ia melakukan berbagai percobaan. Ia mengolah berbagai macam adonan, mengaduk-aduk getah karet selama berjam-jam.

Meskipun Goodyear tidak pernah mendapatkan keuntungan financial dari hasil temuannya, Ia memberi sumbangan yang sangat berharga bagi dunia. Kalau bukan karena jasanya, mungkin mobil-mobil tidak akan senyaman saat ini.
Ketika semua orang melihat sebuah masalah, Goodyear justru melihatnya sebagai tantangan.

Sumber : majalahinovasi.com

Beberapa Cara Menjalani Hal Yang Kurang Atau Tidak Di sukai

Hate Love

 

Melakukan suatu kegiatan tertentu yang kita kurang sukai atau tidak kita sukai sama sekali membuat kita menjadi malas bahkan sangat malas untuk mengerjakannya seperti merasa salah jurusan ketika di kuliah, bekerja di perusahaan yang tidak sesuai keinginan, dan yang masih disekolah menengah merasa sangat malas khususnya dalam matematika, fisika ataupun yang mengerikan lainnya, termasuk saya juga dulu hehe :). Lalu Apakah ada tips tips yang bisa di gunakan untuk melawannya ? coba simak beberapa tips di Read More »