Tukang Tambal Ban Dan Pedagang Susu Kalahkan Insinyur Oxford

Kakak beradik asal Salatiga, Arfian Fuadi (28) dan Arie Kurniawan (23), sukses menyabet juara pertama dalam “3D Printing Challenge” yang diadakan General Electric (GE) tahun ini. Hebatnya, mereka mengalahkan para insinyur lulusan universitas top di dunia.

Yang semakin membanggakan, Arfian dan Arie hanya lulusan SMA, yaitu SMA Negeri 7 Semarang dan SMK Negeri 2 Salatiga, Jawa Tengah.Read More »

Advertisements

Berani Bermimpi (Pembuat Film Sci-fi)

James Cameron melanjutkan studinya di bidang fisika dan bahasa inggris di Fullerton College. Setiap kali beres kuliah, ia akan pergi ke perpustakaan University of SouTehrn California untuk mengunjungi perpustakaan perfilman di situ.

Berjam-jam ia lewatkan untuk membaca berbagai buku dan skripsi mahasiswa di sana. James menambah banyak ilmu perfilmannya di perpustakaan ini.

“Setiap hari aku ke perpustakaan. Mempelajari film, lensa, proyektor dan segalanya tentang film. Kalau mereka membolehkanku memfotokopi , aku akan mengopinya tapi kalau tidak aku akan mencatat hal-hal yang penting saja.”
Tentu saja akhirnya James Cameron drop-out dari kuliahnya ia kemudian bekerja sebagai sopir truk. Sesekali James juga menulis cerpen.

Pada saat film ‘Star Wars’ menjadi box office pada tahun 1977, James menyadari bahwa ternyata ilmu science dan film bisa digabungkan. Bersama dengan seorang temannya, James menulis naskah sci-fi berjudul ‘Xenogenesis’.

Kemudian ia berhenti menjadi sopir truk dan mulai mengumpulkan dana untuk mewujudkan film pertamanya itu. Ia membeli semua alat yang dibutuhkan, kamera, studio dan negative film. Namun James tetap saja belum mengerti bagaiman menggunakan alat-alat itu. Jadi hamper setengah hari ia habiskan hanya untuk mempelajari semua alat itu.
Sekarang James Cameron terkenal sebagai pengarah dua film terlaris sepanjang masa yaitu ‘Titanic’ dan ‘Avatar’

Sumber : majalahinovasi.com

Melawan Batas

Wilma Rudolph dilahirkan premature di Tennesse, Amerika Serikat pada 1940. Sebagian besar masa kecilnya dihabiskan diatas tempat tidur karena penyakit yang beruntun meinimpanya. Penyakit pertama adalah Pneumonia, lalu disusul scarlet fever, dan akhirnya polio.

Penyakit terakhir ini menunjukan gejala yang nyata berumur 6 tahun. Akibatnya Wilma tidak mampu menggerakan kaki kirinya. Dokter memvonis Wilma tidak akan pernah bisa berjalan. Sejak saat itu ia harus hidup dengan rangka besi untuk menopang kakinya.
Namun keluarganya masih berharap ada keajaiban. Setiap hari saudara-saudaranya bergantian memijit kakinya. Ibunya membawa Wilma secara rutin mengikuti terapi berjalan. Belum sembuh penyakit-penyakit lain seperti campak.

Harapan yang tidak putus ini ternyata mendapat hasil yang luar biasa. Pada usia 9 tahun diam-diam Wilma mencopot rangka besi dari kakinya dan berjalan meniti tangga turun di gereja. Semua orang tercengan ketika melihatnya bisa berjalan.

Setelah mampu berjalan, Wilma mencoba bermain basket bersama teman-temannya. Ia senang merasakan lompat-lompatan ketika bermain basket. Akhirnya ia bergabung dengan tim basket di sekolahnya. Tapi bakat lain dilihat pelatih dalam dirinya yaitu kecepatan. Ketika bermain basket, Wilma berlali jauh lebih cepat dari teman-teman setimnya. Ia kemudian ditawari bergabung dengan tim atletik.

Berawal dari tim atletik sekolah, ia ditawari mengikuti latihan di pusat latihan atletik Tennessee. Selanjutnya ia dikirim mewakili AS di Olimpiade Melbourne 1956 dan meraih perunggu. Tahun 1960 wilma mengikuti olimpiade Roma. Kali ini ia meraih tiga medali emas untuk AS. Semua orang membicarakannya karena prestasinya diluar batas normal untuk seseorang yang pernah divonis tidak akan pernah bisa berjalan. Media kemudian menjulukinya “The Black Gazelle” karena kecepatannya.

Wilma membuktikan bahwa dengan usaha dan tekad yang kuat tidak ada yang membatasi anda.

Sumber : majalahinovasi.com

Sesuatu yang tidak berguna menjadi sangat berguna

Pada awal 1830-an, dunia dikejutkan oleh keberadaan sebuah getah yang sangat unik. Getah itu berasal dari Brazil dan bersifat tanah air dinamakan ‘karet’. Namun kemudian banyak yang melupakan bahan getah ini karena sulit pengolahannya menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Bagaimana tidak? Karet yang digadang-gadang sebagai barang unik itu tidak dapat diolah oleh pabrik mana pun. Hasilnya justru bahan yang membeku ketika musim dingin dan meleleh ketika musim panas. Intinya bahan itu benar-benar tampak tidak berguna.
Namun seseorang dari Philadelphia, Amerika Serikat. Bernama Charles Goodyear sudah terlanjur jatuh cinta kepada bahan baru ini. Karet membuatnya sangat tertarik sampai- sampai ia meminjam kesana kemari demi membelinya.

Ia menghabiskan banyak uang yang didapatkan dengan berutang. Akhirnya ia ditahan oleh rentenir sebab tidak sanggup membayar utang.
Jeruji penjara ternyata tidak bisa menghentikan ketertarikannya pada karet. Ia meminta istrinya membawakan setumpuk karet dan penggiling roti. Di dlam tahanan itulah ia melakukan berbagai percobaan. Ia mengolah berbagai macam adonan, mengaduk-aduk getah karet selama berjam-jam.

Meskipun Goodyear tidak pernah mendapatkan keuntungan financial dari hasil temuannya, Ia memberi sumbangan yang sangat berharga bagi dunia. Kalau bukan karena jasanya, mungkin mobil-mobil tidak akan senyaman saat ini.
Ketika semua orang melihat sebuah masalah, Goodyear justru melihatnya sebagai tantangan.

Sumber : majalahinovasi.com

Beberapa Cara Menjalani Hal Yang Kurang Atau Tidak Di sukai

Hate Love

 

Melakukan suatu kegiatan tertentu yang kita kurang sukai atau tidak kita sukai sama sekali membuat kita menjadi malas bahkan sangat malas untuk mengerjakannya seperti merasa salah jurusan ketika di kuliah, bekerja di perusahaan yang tidak sesuai keinginan, dan yang masih disekolah menengah merasa sangat malas khususnya dalam matematika, fisika ataupun yang mengerikan lainnya, termasuk saya juga dulu hehe :). Lalu Apakah ada tips tips yang bisa di gunakan untuk melawannya ? coba simak beberapa tips di Read More »

Kelebihan masing-masing

Simak kisah berikut. “Katak dan Siput”

kisah-katak-dan-siput

Mungkin juga sudah banyak yang tahu hanya ingin mencoba berbagi lagi buat yang belum sempat membaca

Ada seekor siput selalu memandang sinis terhadap katak. Suatu hari, katak yang kehilangan kesabaran akhirnya berkata kepada siput: “Tuan siput, apakah saya telah melakukan kesalahan, sehingga Anda begitu membenci saya?”Read More »

Nikmat Malas Sekaligus Obatnya

Hai teman-teman kali ini saya akan mengulas tentang penyakit yang paling berbahaya dari penyakit fisik dan lain-lain yang terus memburu kita setiap hari bahkan setiap waktu yang kita miliki

Malas itu udah nikmat kok mesti di kasi obat lagi ? aneh,, hahaha ya harus donk kawan, gak yang sakit doang di kasi obat tapi yang nikmat juga seperti malas, supaya bangsa ini tidak hancur gara-gara angka pengangguran atau gelandangan terus meningkat akibat Read More »